KATA
A. Kelas Kata Bahasa Indonesia
1. Kata Benda
Kata benda adalah kata yang menyebut nama hal yang berdiri sendiri. Contohnya buku, mistar.
Misalnya : Rifa membaca buku di teras rumah
a. Ciri – ciri kata benda yaitu :
1) Kata – kata benda tersebut menyebut nama pengertian – pengertian yang berdiri sendiri atau yang dianggap berdiri sendiri.
2) Kata – kata benda tersebut dapat menduduki subyek atau obyek dalam kalimat.
3) Kata – kata tersebut cocok untuk jawab pertanyaan apa atau siapa.
b. Fungsi kata benda yaitu :
1) Sebagai subyek (berfungsi subyektif)
2) Sebagai obyek (berfungsi obyektif)
Misalnya : Dian menangkap kucing.
3) Sebagai predikat (berfungsi predikatif), dalam kalimat nominal.
Misalnya : Binatang itu anjing
4) Sebagai kata sambung (berfungsi konjugsi)
Misalnya : Waktu Ibu pergi, saya sedang mandi.
5) Sebagai kata keterangan (berfungsi adverbial)
Misalnya : Engakau ini sakit rupanya
6) Sebagai pemberi sifat kata lain (berfungsi atributif).
Misalnya : Keindahan alam
2. Kata Kerja
Kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau pengertian yang dinamis.
Contoh : Ayah telah sampai di rumah dengan selamat.
a. Ciri – ciri kata kerja
1) Kata – kata itu menyatakan tindakan atautindakan atau pengertian yang dinamis (proses terjadinya, tercapainya atau keberadaannya dalam suatu keadaan)
2) Kata – kata tersebut dapat dijadikan cara perintah dan dapat dihubungkan langsung dengan kata kerja bantu
b. Jenis kata kerja
1) Berdasarkan pertalian dengan obyek dibedakan menjadi :
a) Kata kerja Transitif adalah kata kerja yang menghendaki adanya obyek penderita.
Misalnya : menyapu rumput, menulis surat, membaca buku.
Contoh : Ali sedang menulis surat.
b) Kata kerja Intransitif adalah kata kerja yang tidak menghendaki adanya objek penderita.
Misalnya : Sembahyang, pergi, terbang, marah dan sebagainya.
Contoh : Burung itu terbang diatas angkasa.
2) Berdasarkan hubungannya dengan subyek dibedakan menjadi :
a) Kata kerja aktif yaitu kata kerja pada kalimat aktif, dimana subyek melakukan pekerjaan.
Contoh : Ali menulis surat.
b) Kata kerja pasif yaitu kata kerja pada kalimat pasif, dimana subyek dikenai pekerjaan.
Contoh : Kakinya terpijak pecahan kaca.
c) Kata kerja Aus yaitu kata kerja yang dapat menjadi predikat dalam kalimat tanpa di beri imbuhan.
Contoh : Pergi, terbang, mandi, bangun, datang, diam, duduk dsb.
1. Kata Benda
Kata benda adalah kata yang menyebut nama hal yang berdiri sendiri. Contohnya buku, mistar.
Misalnya : Rifa membaca buku di teras rumah
a. Ciri – ciri kata benda yaitu :
1) Kata – kata benda tersebut menyebut nama pengertian – pengertian yang berdiri sendiri atau yang dianggap berdiri sendiri.
2) Kata – kata benda tersebut dapat menduduki subyek atau obyek dalam kalimat.
3) Kata – kata tersebut cocok untuk jawab pertanyaan apa atau siapa.
b. Fungsi kata benda yaitu :
1) Sebagai subyek (berfungsi subyektif)
2) Sebagai obyek (berfungsi obyektif)
Misalnya : Dian menangkap kucing.
3) Sebagai predikat (berfungsi predikatif), dalam kalimat nominal.
Misalnya : Binatang itu anjing
4) Sebagai kata sambung (berfungsi konjugsi)
Misalnya : Waktu Ibu pergi, saya sedang mandi.
5) Sebagai kata keterangan (berfungsi adverbial)
Misalnya : Engakau ini sakit rupanya
6) Sebagai pemberi sifat kata lain (berfungsi atributif).
Misalnya : Keindahan alam
2. Kata Kerja
Kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau pengertian yang dinamis.
Contoh : Ayah telah sampai di rumah dengan selamat.
a. Ciri – ciri kata kerja
1) Kata – kata itu menyatakan tindakan atautindakan atau pengertian yang dinamis (proses terjadinya, tercapainya atau keberadaannya dalam suatu keadaan)
2) Kata – kata tersebut dapat dijadikan cara perintah dan dapat dihubungkan langsung dengan kata kerja bantu
b. Jenis kata kerja
1) Berdasarkan pertalian dengan obyek dibedakan menjadi :
a) Kata kerja Transitif adalah kata kerja yang menghendaki adanya obyek penderita.
Misalnya : menyapu rumput, menulis surat, membaca buku.
Contoh : Ali sedang menulis surat.
b) Kata kerja Intransitif adalah kata kerja yang tidak menghendaki adanya objek penderita.
Misalnya : Sembahyang, pergi, terbang, marah dan sebagainya.
Contoh : Burung itu terbang diatas angkasa.
2) Berdasarkan hubungannya dengan subyek dibedakan menjadi :
a) Kata kerja aktif yaitu kata kerja pada kalimat aktif, dimana subyek melakukan pekerjaan.
Contoh : Ali menulis surat.
b) Kata kerja pasif yaitu kata kerja pada kalimat pasif, dimana subyek dikenai pekerjaan.
Contoh : Kakinya terpijak pecahan kaca.
c) Kata kerja Aus yaitu kata kerja yang dapat menjadi predikat dalam kalimat tanpa di beri imbuhan.
Contoh : Pergi, terbang, mandi, bangun, datang, diam, duduk dsb.
3. Kata Sifat
Kata sifat ialah kata yang menerangkan keadaan, sifat khusus atau watak suatu benda.
Contoh : Riyu anak yang rajin.
a. Bentuk kata sifat
1) Kata dasar contoh : Sepatu ku rusak, Sepeda ku bagus.
2) Kata berimbuhan contoh : Anak kecil itu penakut sekali.
3) Kata ulang contoh : Buku – buku itu berserahkan di lantai
4) Bentuk paduan contoh : Di desa kami tidak ada orang yang buta
huruf.
b. Ciri kata sifat
1) Menerangkan keadaan atau sifat benda
2) Cocok untuk jawab pertanyaan : bagaimana atau dalam keadaan apa.
3) Biasanya dapat ditegaskan dengan memberikan kata yang di muka kat sifat itu.
4) Untuk menegaskan biasanya dapat di dahului kata – kata amat, terlalu, sangat atau diikuti kata – kata sekali atau benar.
4. Kata Bilangan
Kata bilangan adalah kata yang menyatakan jumlah benda (hal) atau menunjukkan urutannya dalam deretan.
a. Ciri – ciri kata bilangan :
1) Kata – kata tersebut menyatakan jumlah benda dalam deretan.
2) Kata – kata tersebut cocok untuk jawab pertanyaan berapa atau beberapa ?
b. Contoh kata bilangan
1) Kedua orang itu sdang berbincang – bincang.
2) Sekitar 50 siswa mengunjungi lokasi gempa di padang.
5. Kata Keterangan
Kata keterangan ialah kata – kata memberi keterangan tentang kata benda yaitu menerangkan kata kerja. Kata keterangan dan seluruh kalimat.
Menurut fungsinya kata keterangan dapat di bedakan menjadi :
a. Keterangan kualitatif : Perlahan-lahan, cepat-cepat, nyaring, dan pelan
b. Katerangan waktu : Sekarang, sesudah, kemarin, kemudian, lusa, nanti.
c. Keterangan tempat : Disini, disana, kesana, kemari.
d. Keterangan kecaraan : ya, benar, agaknya, berangkat, niscaya dan moga – moga.
e. Keterangan aspek : pun, sudah, resah, sementara, sedang.
f. Keterangan derajat : amat, hampir, kira-kira, cukup, hanya.
g. Keterangan alat : dengan tongkat, dengan kayu, dengan pisau.
h. Keterangan kesertaan : bersama Ibu, dengan Ayah, serta Adik.
i. Keterangan syarat : jikalau, seandainya, jika dan asal.
j. Keterangan perlawanan : biarpun, meskipun, biar, sungguhpun.
k. Keterangan sebab : karena, oleh karena, oleh sebab, sebab.
l. Keterangan akibat : hingga, sampai.
m. Keterangan tujuan : supaya, agar, hendak, untuk, guna dan buat.
n. Keterangan perbandingan : sebagai, seperti, laksana, umpa, bagaikan.
6. Kata Tugas (Fungsional)
Kata tugas (fungsional) adalah kata atau gabungan kata yang tugasnya semata – mata memungkinkan kata lain memiliki peranan dalam kalimat. Kata yang termasuk dalam kata tugas ialah dan, ia, karena, dan dari. Arti suatu kata tugas ditentukan bukan oleh kata itu secara lepas, tetapi oleh katanya dengan kata lain dalam frase atau kalimat. Kata tugas seperti dan atau ke baru akan mempunyai artinya apabila diangkat dengan kata lain.
Misalnya : - Ayah dan ibu.
- Dia pulang ke rumahnya.
B. Jenis – Jenis Kata Berdasarkan Fungsinya
1. Kata Depan (Preposisi)
Ialah kata tugas yang bertugas sebagai unsur pembentuk frase preporsional.
a. Kata depan monomorfomis
Kata depan monomorfomis adalah preposisi yang berdiri hanya atas satu morfem dan karena itu tidak dapat diperkecil lagi bentuknya. Preposisi dalam bahasa Indonesia beserta beberapa fungsinya :
Bagi
Untuk
Buat
Guna
b. Kata depan polimorfemis dengan afiks
Preposisi polimorfomis yang berafiks dibentuk dengan menempelkan afiks pada kata dasar. Baik merupakan morfein bebas atau morfein terikat.
Contoh preposisi polimorfemis :
1) Bersama dan beserta menandai hubungan kesetaraan.
2) Menjelang, menandai hubungan waktu sesaat sebelum.
3) Menuju, menandai hubungan tujuan atau arah suatu tempat.
4) Menurut, menandai hubungan sumber.
5) Sekeliling, menandai hubungan ruang lingkup, geografis.
6) Sekitar, menandai hubungan ruang lingkup, geografis atau waktu.
7) Selama, menandai hubungan kurun waktu
8) Sepanjang, menandai hubungan kurun waktu atau bentangan lokasi.
9) Mengenai, menandai hubungan sasaran atau objektif.
10) Terhadap, menandai hubungan arah.
11) Bagaikan, menandai hubungan pemiripan.
c. Kata depan polimorfemis gabungan kata
Kata depan polimorfemis gabungan kata terdiri dari :
1) Dari pada hubungan perbandingan.
2) Kepada hubungan arah ke suatu tempat
3) Oleh karena (sebab) hubungan penyebab
4) Sampai dengan hubungan batas waktu
5) Selain dari hubungan pengecualian
d. Polimorfemis gabungan kata depan yang bukan kata depan
Contohnya : di atas ke depan dari samping
di bawah ke luar dari luar
2. Kata Penghubung (Konjungsi)
a. Kata hubung koordonatif
Kata hubung koordinatif adalah konjungsi yang menghuvungkan dua unsur atau lebih dan memiliki struktur sintaksis yang sama. Contohnya : dan, atau, tetapi.
b. Konjugtor korelatif
Konjugtor korelatif adalah adalah konjugsi yang menghubungkan dua atau kata, frase atau klausa dan kedua unsur memiliki status sintaksis yang sama, dan dipisahkan oleh satu kata, frase atau klausa yang dihubungkan. Misalnya : baik....maupun..., entah....entah, jangankan....pun.
c. Konjungtor kalimat
Konjungtor antar kalimat adalah konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain, contohnya: kemudian, sebaiknya, lagi pula.
d. Konjugtor antar paragraf
Konjungsi antar paragraf adalah konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan paragraf temapt konjungsi itu dipakai dengan paragraf sebelumnya. Umunya terletak pada awal paragraf.
Contoh : adapun, akan hal, mengenai dan dalam pada itu.
3. Kata Seru (Interjeksi)
Ciri- ciri kata seru :
a. tiap kata seru dapat berdiri sendiri sebagai kalimat contoh : wah!, astagfirullah!.
b. Rangkaiannya dengan kalimat lain, kedudukannya terpisah, tidak mempunyai jabatan dalam kalimat.
c. Dapat menduduki, mengikuti bahkan menyelinap diantara kalimat. Contoh: berikan kami rezeki ya tuhan.
Kata seru ialah kata – kata yang gunanya hanya untuk ”melepaskan” perasaan, keluarnya pun biasanya tiada dengan sengaja, seolah – olah terlompat begitu saja dari mulut. Menurut sifatnya kata seru dapat dibedakan menjadi :
a. Kata seru sejati seperti : aduh, amboi, wahai
b. Kata seru tiruan bunyi seperti : ciap, meong, das
c. Kata seru yang terjadi dan kata – kata biasa, seperti : kasihan, innalillahin sayang.
Selain itu, kata seru pun dapat dibedakan menurut maksudnya yaitu :
a. Penyeru biasa, seperti hai nenekku.
b. Kata seru yang menyatakan rasa sakit atau terancam bahaya, sepertri : kasihan, amboi.
c. Kata seru yang menyatakan kecewa, seperti : sayang, celaka.
d. Kata seru yang menyatakan kaget bercampur sedih, seperti : masyaallah.
e. Kata seru yang menyatakan rasa lega, seperti : alhamdulillah.
f. Kata seru yang menyatakan jijik, seperti : cih, cis.
4. Kata Sandang
Kata sandang ialah kata yang gunanya untuk menegaskan kata yang berikutnya yang disandanginya, hingga kata – kata itu mempunyai arti yang tentu, tersekat dari nada yang lain – lain. Menurut fungsinya, kata sandang dapat dibedakan menjadi :
a. Kata sandang pembentuk kata benda. Contoh : yang kurap, si cebol, merah putih.
b. Untuk mengeraskan arti, menyekat, atau menceraikan kata benda daripada yang lain – lain, seperti : kembalikan saja kepada si pengirim, saya sendiri menjemputmu kemarin.
c. Untuk menghormati seperti : sang Bangsawan, sang Ibu.
d. Untuk menyekat atau menceraikan sesuatu dan kelompok atau ”dunianya”, seperti : sebuah kursi, seekor kambing.
5. Artikel
a. Artikel yang mengacu pada makna tunggal, pada umumnya mengacu pada konsep yang lama atau unik. Contohnya : sang, dang, si, hang.
b. Artikel yang mengacu pada makna kelompok misalnya kata para guru bukan para guru – guru.
c. Artikel yang bermakna netral
6. Partikel
a. Partikel -kah
Partikel -kah dipakai dalam kalimat tanya untuk menegaskan bagian atau kelompok kata. Contohnya : Besokkah engkau datang ? (jawab: besok atau waktu lain)
b. Partikel –lah
Partikel –lah biasanya dipakai untuk menegaskan bagian kalimat yang mendapat tekanan keras lembut karena dipentingkannya. Contoh : Duduk disinilah engkau.
c. Partikel –pun
Partikel –pun dalam fungsinya untuk menegaskan tekanan keras lembut yang diberikan kepada kata dalam kalimat, kadang – kadang partikel –pun berarti :
1) Menyamakan atau menggolongkan, yang bisa dinyatakan dengan kata pun. Misalnya : setelah mereka itu pulang.
2) Menyatakan pengakuan, misalnya : seseorang tak ada yang datang.
3) Hanya untuk menghidupkan cerita. Misalnya : Dua hari kemudian saya pun sampai di mekkah.
d. Partikel –tah
Partikel –tah biasanya dipakai dalam kalimat tanya, tetapi hanya dilekatkan pada kata – kata pertanyaan saja.
C. Jenis – Jenis Kata
1. Kata Abstrak dan Konkrit
Kata abstrak adalah kata – kata yang berupa konsep, yang biasanya merupakan kata – kata bentukan dengan konfiks peng – atau – an dan ke – atau – an seperti pada kata – kata kecerdasan, perdamaian.
Kata konkrit adalah kata – kata yang menunjuk kepada objek yang dilihat, didengar, kecerdasan, perdamaian.
2. Kata Umum dan Kata Khusus
a. Kata umum adalah kata yang ruas ruang lingkupnya dan dapat mencakup banyak hal.
b. Kata khusus adalah kata yang ruang lingkupnya terbatas.
Kata Umum
Kata Khusus
Membawa
Memasak
Mengapit
menanak
3. Kata Populer dan Kata Kajian
Kata populer adalah kata yang dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat.
a. Ciri – cirinya :
1) Mudah diketahui, dimengerti dan dipakai oleh masyarakat luas
2) Dipakai dalam kehidupan sehari – hari.
Kata kajian adalah kata – kata yang digunakan secara terbatas pada kesempatan tertentu berupa kata / istilah yang digunakan oleh golongan ilmuwan dalam pembicaraan tulisan Ilmiah.
Kata Populer
Kata Kajian
Rencana
Merenung
Agenda
Kotemplasi
b. Kata Baku dan Kata Tidak Baku
1) Kata baku adalah kata – kata yang telah resmi dan standar dalam penggunaannya.
2) Kata tidak baku adalah kata – kata yang tidak mengikuti kaidah bahasa Indonesia.
Kata Baku
Kata Tidak Baku
Dipersilakan
Atlet
Dipersilahkan
atlit
c. Kata Mubazir
Kata mubazir adalah kata yang kehadirannya tidak diperlukan, jika dihilangkan tidak mengganggu informasi yang disampaikan.
Contoh : pemakaian kata demi dan untuk, sebab dan karena.
D. Penggunaan Pilihan Kata (Diksi)
1. Ketetapan kata
Ketetapan pilihan kata mempersoalkan kesanggupan sebuah kala untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencapai ketepatan kata, yakni :
a. Membedakan secara cermat makna denotasi dan konotasi.
b. Membedakan dengan cermat kata – kata yang hampir bersinonim.
c. Membedakan kata – kata yang mirip ejaannya.
Misalnya : Proposisi – Proposis
Karton – Kartun
d. Hindari kata – kata ciptaan sendiri.
2. Kesesuaian Kata
Kesesuaian kata membicarakan apakah pilihan kata gaya bahasa yang dipergunakan tdak merusak suasana atau menyinggung perasaan orang lain.
Kesesuaian kata adalah penggunaan bentuk bahasa yang sama dan dipakai dalam satu kalimat. Jika senuah ide dalam suatu kalimat dinyatakan dengan frase maka ide – ide lain yang sederajat harus dinyatakan dengan frase juga. Kesesuaian kata akan membantu atau memberi kejelasan pada kalimat secara keseluruhan.

0 komentar:
Posting Komentar